Senin, 16 Mei 2011

Buku Terbitan PTS MILLENNIA MALAYSIA






Alhamdulillah, buku-buku agama karyaku dengan nama pena MUHAMMAD HASAN AL-BASRI telah diterbitkan oleh Penerbit PTS MILLENNIA SDN BHD MALAYSIA, sebuah penerbit yang sangat ternama di "Negeri Jiran" yang pemasarannya sampai beberapa negara, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darusalam, dan sebagainya.

Alhamdulillah pula bahwa buku-bukuku tersebut diminati di sana hingga telah beberapa kali cetak ulang. Semoga manfaat dan menjadi berkah.

Masih ada beberapa bukuku lagi yang insyaallah siap terbit dari PTS MILLENNIA.

Salam berkarya.......!

Novel-Novel







Baca novel berbasis sejarah atau cerita rakyat yuuuuk!
Dalam pergumulan kepenulisan, aku pun juga belajar menulis novel berbasis sejarah atau cerita rakyat, seperti novel-novelku yang berjudul "Brawijaya Moksa" terbitan IMANIA DEPOK dan novel "Senyum Manis Wali Sanga", "Syekh Maulana Ishaq", "Aji Saka", "Pajang" dan "Sunan Kalijaga" PENERBIT DIVA PRESS YOGYAKARTA. Semoga Anda berkenan ya.

Sekarang aku telah memulai lagi menulis novel berbasis pewayangan, tunggu terbitnya ya.

Terima kasih atas apresiasi para pembaca yang budiman.\

Salam berkarya!

Sabtu, 13 Februari 2010

Mama dan putri kembarku


Mama dan Si Kembar

Si Kembar dan mamanya


Si Kembar, Ayu Susetya-Listya Susetya dan mamanya

Ayu Susetya dan Listya Susetya


Putri kembarku, Ayu Susetya dan Listya Susetya

Putri Kembarku


Ayu Susetya dan Listya Susetya

Kamis, 25 Juni 2009

Saat putri kembarku lahir ke dunia

Tanggal 7 Pebruari 2009, alhamdulillah Allah mengamanatkan kepadaku dua orang putri kembar, namanya Ayu Susetya dan Listya Susetya! Istriku, Muashofah melahirkan dengan susah payah melalui perjuangan tetesan keringat, darah dan air mata yang bercucuran membasahi pipinya. Selama ini, ia berjuang melawan parasit toksoplasma sejak keguguran tahun 2003 akhir! Aku terus memacu semangatnya untuk berobat sebagai langkah ikhtiar yang sungguh-sungguh, baik pengobatan secara medis maupun secara alternatif! Yakni, antara lain ke Prof Juanda yang praktik di hotel Narita Surabaya setiap bulannya, ke Mr Arnast yang praktik di Hotel Splendid Inn Malang, dan Mbah Sintok (tukang pijat dan peramu obat-obatan tradisional) di Ds. Bungur-Karangrejo-T.Agung, dan sebagainya.
Alhamdulillah..........

Minggu, 04 Januari 2009

Ken Arok Ken Dedes

Membaca Novel Ken Arok Ken Dedes karya saya, tentu sangat penting untuk melihat 'keberadaan' kita sebagai bangsa di masa lalu. Persoalannya, bagaimana kita melihat mengenai sejarah kita di masa lalu yang penuh intrik dan pertumpahan darah karena tergoda "tiga ta" (harta, tahta, wanita) seperti yang dilakoni Ken Arok beserta keturunannya dan keturunan Tunggul Ametung?!
Di sinilah perlunya kita bercermin di depan 'kaca banggala' sejarah yang penuh dengan romantisme sekaligus suasana intrik dan aksi balas dendam. Alm. Nurcholis Madjid (Cak Nur) pernah menyarankan kepada kita semua agar kita tidak menerus-neruskan aksi balas dendam setiap kali momen suksesi (pergantian kekuasaan).
Sanggupkah?
Semoga! Itulah sebabnya marilah kita melihat sejarah dengan suatu kesadaran baru; jangan terlalu bersedih hati (berkecil hati) melihat sejarah masa lalu, tapi juga jangan terlalu khawatir untuk menatap masa depan yang lebih baik.
Kata Cak Nun, semakin jauh kita melihat ke belakang dalam pentas sejarah bangsa kita, maka kita akan semakin jauh pula menatap masa depan kita sebagai bangsa.
Renungkanlah!

Selasa, 25 November 2008

Salam Kenal dengan saya


Suatu malam, saya kedatangan seorang 'tamu' misterius, berwajah sedikit seram nan sangar, rambutnya gondrong tapi tertata rapi, kumisnya sedikit tebal, perawakan tinggi tegap dan pandangan matanya tajam. Bicaranya sedikit agak jarang-jarang, tetapi begitu ngomong sangat mengena.
Orang asing itu berkata kepada saya setelah mengamati buku-buku karya saya: "Orang besar adalah orang yang menulis dan atau ditulis!"
Lebih dari itu, ia juga menandaskan lagi: "Orang yang paling bahagia adalah orang yang menulis dan atau ditulis!"
Lantas, apa hubungannya dengan saya?
Ya, dia ber-hujjah dengan dalilnya itu bahwa kebanyakan orang tentu belum bisa merasakan 'kebahagiaan' yang saya rasakan, karena mereka (kebanyakan orang) belum atau tidak menulis buku!
Waah....wah......malam makin larut, dan saya pun makin bersyukur kepada-Nya. Amin, karena hingga penghujung tahun 2008 ini buku-buku karya saya sudah lebih dari 50 buah.

Selasa, 04 November 2008

Buku Baru




Jika Anda ingin mengetahui seluk-beluk mengenai nafsu, barangkali ada baiknya membaca buku baru saya "Biografi Nafsu Manusia"!




Atau jika Anda merasa doa Anda tak kunjung terkabul, boleh-lah Anda membaca buku "Rahasia Terkabulnya Doa".

Sabtu, 02 Agustus 2008

Koleksi Buku Terbaru







Ini adalah koleksi buku-buku terbaru, saya (Wawan Susetya), semoga pembaca berkenan membaca dan meresapinya dalam-dalam.

Sabtu, 17 Mei 2008

Buku Baru Wawan Susetya







Buku baru Wawan Susetya, tahun 2008
Semoga ini termasuk buku-buku bagus.

Minggu, 11 Mei 2008

Buku Wawan Susetya 2008

Ada beberapa buku Wawan Susetya yang terbit tahun 2008, di antaranya;
Merajut Benang Cinta Perkawinan, Penerbit Republika Jakarta
Asmaranda Darah Bharata, Penerbit Kreasi Wacana Yogyakarta
Misteri Mimpi, Penerbit Tugu Publisher Yogyakarta
Menyelami Samudera Ilmu Hikmah, Penerbit Tugu Publisher Yogyakarta
Fungsi-Fungsi Terapi Psikologis dan Medis Di Balik Puasa Senin-Kamis, Penerbit Diva Press Yogyakarta

Senin, 21 April 2008

Shadaqah





Buku Shadaqah sangat banyak, salah satunya buku saya yang berjudul "Tangan Di Atas Lebih Baik daripada Tangan Di Bawah" penerbit Tugu Publisher.

Nikmati juga buku religius-spiritual karya saya lainnya:

Buku Jawa Narasi



Alhamdulillah sudah 43 buku saya, di antaranya buku-buku Jawa terbitan Penerbit Narasi Yogyakarta ini;

Selasa, 27 November 2007

Romantika Kehidupan Pernikahan







Ketika belum menikah, rasanya saya seperti orang linglung dan bingung sendiri. Apalagi kalau sedang sendirian di kamar, pikiran mengembara terbang dan menjelajah ke angkasa luar, entah kemana. Begitulah suasana hati orang yang masih bujang. Dan, tak terasa usia saya saat itu sudah di atas kepala 30.

Entahlah, kegundahan demi kegundahan untuk mencari 'sang bidadari', tapi tak kunjung ketemu. Barangkali kalau dihitung-hitung, sudah 15 kali lebih saya diajak orang untuk 'nontoni' perempuan-perempuan di berbagai daerah, dari pelosok desa Tulungagung sampai Jakarta.

Karena kegundahan saya belum ketemu jodoh, saat itu saya sempat menolak tawaran sebagai staf ahli di Konjen atau Kedubes di Arab Saudi. Waktu itu saya masih di Jakarta, aktif di Departemen Opini Publik PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Saya lebih memilih pulang kampung untuk menemukan jodoh saya. Mencari kemana-mana, tapi tak kunjung ketemu jua. Alhamdulillah, lewat mediator Mas Agus dan Om Syifa, akhirnya saya menemukan Shofa, perempuan yang tinggal di Karangagung, Palang, Tuban, Jatim. Dan, dengan Shofa (alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) itulah akhirnya saya menikah pada tanggal 6 Juli 2003. Insyaallah itulah masa 'perkawinan bahagia' saya dengan Shofa.

Sebelum menikah, saya sempatkan menulis surat kepada calon istri saya Shofa, antara lain saya kutipkan puisi WS Rendra:

"Kesadaran adalah matahari,
Kesabaran adalah bumi,
Keberanian menjadi cakrawala,
Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata."

Ternyata istri saya sangat senang membacanya, sehingga kalau pas lagi 'tong pes' (maksudnya kantong kempes), ia segera mengingatkan saya, "Katanya perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata?"

Ia, rupanya juga sangat suka dengan lagu 'Air Mata' Mas Iwan Fals yang sering saya nyanyikan dengan petikan gitar yang menyayat hati:
"Di sini kita bicara,
dengan hati telanjang,
lepaslah belenggu,
sesungguhnya lepaslah

Sesuatu yang hilang,
telah kita temukan,
walau mimpi ternyata,
kata hati nyatanya....

Reff:
Bagaimana pun aku harus kembali,
walau berat aku rasa kau mengerti,
simpanlah rinduku jadikan telaga,
agar tak usai mimpi panjang ini,
air mata .....nyatanya

Entah berapa lama,
kita mampu bertahan,
bukan soal untuk dibicarakan,
mengalirlah......mengalirlah......mengalirlah......"

Istri saya juga sangat suka dengan lagu-lagu Mas Ebiet G. Ade.

Saat itu, saya seringkali mengendapkan dan merenungkan wejangan Cak Nun (senior saya) tentang perkawinan yang indah. Nabi Musa melambangkan kebenaran, sedang Nabi Isa melambangkan kebaikan. Nah, perpaduan atau 'perkawinan' antara kebenaran dan kebaikan akan menjadikan keindahan yang dibawa oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Kami pun bercita-cita semoga bisa mewujudkan 'perkawinan yang indah' itu; yakni perkawinan yang sakinah mawaddah warrohmah. Amin.

Sejak itulah, saya lebih concern untuk menulis buku; suatu pekerjaan yang mengharuskan banyak membaca buku-buku dan belajar secara terus-menerus. "Long life education" barangkali itulah ungkapan yang tepat untuk saya jalani sampai sekarang.












Menyelami Samudera Shalat Subuh



Shalat Subuh dilihat oleh Malaikat. Lho, apa shalat yang lain tidak dilihat malaikat?


Beberapa peristiwa penting--misalnya beberapa perang yang dilakukan Nabi SAW--semuanya berlangsung pada saat Subuh.


Sungguh, Shalat Subuh menyimpan sejuta misteri yang patut dikuakkan. Bahkan dalam hal ini pun juga bertautan dengan soal rezeki Anda. Gampangannya, jika rezeki Anda seret, introspeksi-lah bagaimana Shalat Subuh Anda?


Simak dan resapilah dalam-dalam buku "Menyelami Samudera Shalat Subuh" Penerbit DIVA PRESS Yogyakarta 2007 ini, apalagi mengungkap banyak hal yang belum diungkap penulis lain.


Alhamdulillah, sebulan setelah terbit (3000 eks), buku ini langsung cetak ulang.

Kepemimpinan dan Perempuan




Jangan sembrono kepada 'kaum hawa' alias perempuan, karena sesungguhnya ia menyimpan sejuta potensi yang luar biasa. Mereka bisa menjadi pemimpin handal. Mau contohnya? Lihatlah kepemimpinan Ratu Balqis (presiden Negeri Saba') yang dinukilkan di dalam al-Qur'an dengan sebutan; "Baldatun thoyyibatun warrabbun ghafur".




Simak pula mengenai "cakrawala kepemimpinan" dalam buku ini.




Kedua buku ini diterbitkan Penerbit Tugu Publisher Yogyakarta, 2007.


Misteri Hidayah


Bicara mengenai hidayah Allah, barangkali gampang-gampang susah. Gampang, karena Allah telah memberikan kitabullah (al-Qur'an) dan mengirimkan utusan-Nya sebagai tauladan; Nabi Muhammad SAW. Tapi, susahnya terlihat nyata; kenapa kebanyakan orang enggan, dan bahkan cenderung menolak terhadap hidayah Allah.


Simak baik-baik buku "Misteri Hidayah" karya Wawan Susetya, wong Tulungagung Jawa Timur yang diterbitkan Penerbit Diva Yogyakarta, 2007.


Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Buku-Buku Jawa Bermutu







Sebagai orang Jawa, sudahkah Anda mendalami dan merenungkan makna terdalam dari khasanah nilai-nilai Jawa?

Bagi orang-orang Jawa yang sudah mumpuni budaya Jawa, tentu tak kesulitan untuk memahaminya. Tetapi, meskipun Anda orang Jawa yang kebetulan belum atau tidak memahami makna nilai-nilai adiluhung-nya khasanah Jawa, ada baiknya mulai menyimak buku-buku Jawa karya Wawan Susetya, (Penerbit Narasi Yogyakarta, 2007).

Insyaallah Anda akan menemukan 'jawaban'-nya di sini. Inilah nilai makna kearifan lokal (Jawa) yang mulai dimunculkan lagi di era globlal. Rasanya kita terlalu banyak mengadopsi khasanah budaya Barat, sementara malah meninggalkan budaya sendiri.

Gali dan renungkanlah.....

Tadarus Cinta


Ini bukan sekedar novel, tapi novel yang penuh inspirasi mengenai cita-cita mulia nan luhur. Tujuan orang hidup, bagi muslim, apalagi kalau bukan pengenalan kepada Sang Pencipta (Allah SWT).


Nah, barangkali setelah membaca novel ini, para pembaca akan tergugah kesadarannya untuk makin memperdalam makna hidup, pergulatan hidup, perjalanan spiritual hidup, dan seterusnya.


Sekedar diketahui, setelah sebulan terbit (Penerbit Diva Press Yogyakarta)--cetakan pertama 3000 eks--ternyata novel ini langsung mendapat perhatian publik. Buktinya langsung cetak ulang.


Alhamdulillah.....

Jumat, 28 September 2007

Misteri Energi Cinta (Penerbit Diva Press, 2007)


Anda ingin menggali dan menguak kekuatan 'energi' cinta?
Tentu, ini bukan sekedar cinta horisontal antara Anda dengan kekasih atau pasangan Anda, tetapi yang paling utama adalah menggapai cinta Ilahi.
Barangkali jika kita termasuk hamba-hamba Allah yang bercita-cita mulia ini, ada baiknya membaca dan mendalami isi kandungan buku ini. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapat 'cipratan' cinta-Nya. Semoga!

Misteri Energi Cinta (Penerbit Diva Press, 2007)